English Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Czech Dutch French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish Catalan Filipino Hebrew Indonesian Ukrainian Vietnamese Thai Turkish
 
 
Home arrow Software arrow Workshop arrow Manajemen Hard Disk di Linux - Partisi Hard Disk dengan Parted  
Manajemen Hard Disk di Linux - Partisi Hard Disk dengan Parted Print E-mail
Thursday, 27 April 2006

C. Menghapus Partisi

Untuk menghapus partisi, digunakan perintah rm. Kembali pada contoh partisi yang dibuat di bagian sebelumnya, maka untuk menghapus partisi tersebut, gunakan perintah berikut ini.

# /sbin/parted /dev/hdd
(parted) rm 8

Catatan: Apabila Anda menghapus partisi extended, maka tool parted pun akan menghapus semua partisi logical didalamnya. Apabila Anda keliru menghapus partisi lain, jangan kuatir, partisi tersebut masih mungkin ‘selamat’. Syaratnya, Anda belum membuat partisi baru yang menimpa area partisi yang baru dihapus atau bahkan menaruh file ke dalamnya.

Agar proses recovery partisi berjalan sukses, beberapa faktor berikut ini perlu Anda ketahui.

 

  • Start sector dan End sector partisi. Ada baiknya sebelum menghapus suatu partisi, Anda selalu mencatat nilai Start dan End dari seluruh partisi dengan bantuan perintah print.
  • Tipe sistem file. Saat ini, recovery hanya dilakukan pada partisi dengan sistem file ext2 dan ext3. Informasi mengenai recovery pada sistem file lainnya seperti ReiserFS belum jelas diketahui.
  • Ada tidaknya partisi yang tertimpa. Partisi baru yang menimpa partisi lama, baik seluruh atau sebagian area dapat membuyarkan usaha recovery Anda.  Adapun perintah yang digunakan adalah rescue, seperti  contoh berikut ini.

 

# /sbin/parted /dev/hdd
(parted) rescue 43010 43413
searching for file systems... 22% (time left
00:07)
Information: A ext2 logical partition was
found at aaaaa.bbb Mb -> xxxxx.yyy Mb.
Do you want to add it to the partition table?
Yes/No/Cancel?

Parameter yang diberikan pada perintah rescue adalah batas awal dan akhir (dalam megabyte) sector yang akan ditelusuri. Di sini akan dicari sistem file yang valid tapi tidak berada di dalam suatu partisi. Seperti yang Anda lihat pada pesan yang muncul setelah perintah rescue dijalankan, ditemukan sebuah partisi ext2 yang dimulai dari offset aaaaa.bbb MB (pada prakteknya, berupa angka, dan bukan huruf) sampai dengan xxxxx.yyy MB. Pada pertanyaan apakah Anda ingin menambahkan sistem file ini pada partisi baru, dapat Anda jawab dengan ‘Yes’. Periksa dengan perintah print apakah partisi tersebut sudah di-recover dengan benar.

 

Image
Membuat partisi baru dengan QTparted: Biasanya partisi baru yang akan dibuat menempati posisi awal pada bagian akhir partisi sebelumnya di hard disk.
 

Perhatian! Rescue mengatur partisi yang di-recover menjadi partisi logical atau primary relatif terhadap posisinya di dalam partisi extended yang ada. Apabila Anda menghapus partisi extended (dengan demikian, otomatis semua partisi logical di dalamnya). Oleh karena itu, sebelum melakukan recovery pada partisi logical, Anda perlu membuat ulang partisi extended dengan ukuran yang sama persis seperti semula. Rescue tidak bisa membantu Anda dalam memulihkan partisi extended

D. Mengubah Ukuran Partisi

Kondisi dimana terdapat partisi yang ruang kosongnya semakin kecil sering dialami oleh pengguna PC. Untuk itu, Anda perlu me-resize ukuran partisi tersebut. Contoh berikut akan memperkecil ukuran partisi logical menjadi sebesar 200 MB. Untuk itu, gunakan perintah di bawah ini.

(parted) resize 8 43012.265  43212.265

Seperti halnya perintah parted lainnya, perintah ini membutuhkan 3 parameter yang akan dijelaskan berikut ini.

 

  • Parameter pertama adalah nomer partisi yang ingin di-resize. Dalam hal ini, partisi yang akan dimodifikasi adalah partisi bernomor 8.
  • Parameter kedua adalah angka Start partisi setelah di-resize (MB). Walaupun Anda bisa memberi angka lebih kecil dari angka Start yang lama, tapi ini tidak akan berguna apapun karena parted akan menolak mengubah angka Start dari suatu partisi (khusus untuk partisi ext2 dan ext3). Dengan kata lain, masukkan angka seperti aslinya.
  • Parameter ketiga adalah angka End partisi setelah di-resize (MB). Angka ini dapat  diisi berapa saja, asal tidak lebih kecil dari angka start partisi dan tidak sampai masuk ke area partisi lain. Parted akan memberi peringatan jika Anda melakukan memasukkan angka yang melanggar aturan ini. Karena Anda ingin menjadikan partisi ini sebesar 200 MB, masukkan 43212.265


Untuk memperbesar partisi, Anda cukup melakukan proses kebalikannya yaitu memperbesar angka End.
Perhatian! Apabila suatu partisi sudah berisi data, maka perintah resize hanya bisa memperkecil partisi sampai besarnya sama dengan jumlah total data yang tersimpan di dalam partisi tersebut. Anda tentu dapat menebak apa yang akan terjadi jika parted mengizinkan permintaan Anda untuk memperkecil partisi lebih kecil dari jumlah total data. Data Anda tentu akan hilang!

Masih banyak variasi untuk memanipulasi partisi yang dapat dilakukan dengan tool parted dan tool manajemen partisi Linux lainnya seperti fdisk. Semoga dengan penjelasan dasar-dasar penggunaan parted ini, Anda dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana partisi dibuat, dan bagaimana Linux mengakses sistem file. Selamat mencoba!

Mulyadi, This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Diambil dari CHIP Edisi 11/2005