English Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Czech Dutch French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish Catalan Filipino Hebrew Indonesian Ukrainian Vietnamese Thai Turkish
 
 
Home arrow Software arrow Workshop arrow Manajemen Hard Disk di Linux - Partisi Hard Disk dengan Parted  
Manajemen Hard Disk di Linux - Partisi Hard Disk dengan Parted Print E-mail
Thursday, 27 April 2006


Agar bisa menggunakan tool ini, install dahulu paket programnya yang terbundel pada CD distro Anda. Pada distribusi Fedora Core 2 (distribusi yang digunakan pada artikel ini), nama paketnya adalah parted-1.6.9-3.i386.rpm. Gunakan tool yum untuk mempermudah Anda meng-install dan mengatasi masalah dependency paket tersebut dengan perintah berikut ini.

# yum install parted

Apabila distro Anda membundel versi parted yang lebih lama atau lebih baru dari versi 1.6.9, jangan kuatir karena semua perintah dan option yang digunakan tetap sama.

Artikel ini tidak membahas lebih jauh mengenai berbagai jenis sistem file yang dapat dipakai saat Anda mem-format suatu partisi. Pembahasan lebih difokuskan pada cara manipulasi partisi serta bagaimana cara mengaksesnya dalam sistem Linux. Seperti biasa, prompt "#" berarti perintah harus diketik sebagai root dan prompt "$" berarti perintah dapat dilakukan sebagai non root.

 

A. Melihat Daftar Partisi

Awali dengan melihat daftar partisi pada hard disk. Perintah untuk melihat tabel partisi pada primary master sebagai berikut:

#/sbin/parted /dev/hdd print
Disk geometry for /dev/hdd: 0.000-
78167.250 megabytes
Disk label type: msdos
Minor Start End Type Filesystem Flags
1 0.031 20000.039 primary ext3
2 20000.039 34999.945 primary ext3
3 34999.945 35511.820 primary linux-swap
4 35511.820 78167.250 extended lba
5 35511.851 40511.953 logical ext3
6 40511.984 42012.140 logical ext3
7 42012.171 43012.265 logical ext3
Information: Don't forget to update
 /etc/fstab, if necessary.

 

Image
Akses data melalui mount poin: Akses data di Linux dilakukan secara raw yang berarti data dibaca secara langsung. File sebagai representasi data dalam hal ini diabaikan.

Catatan! Hasil yang didapat bisa berbeda tergantung konfigurasi hard disk di PC Anda. Layout partisi yang didapat akan digunakan sebagai referensi untuk perintah-perintah parted berikutnya.

Dari hasil yang didapat tersebut, diambil beberapa kesimpulan:

  • Ukuran hard disk adalah 78,2 GB, jadi dibulatkan menjadi 80 GB (lihat baris yang bertuliskan Disk Geometry). Mungkin Anda bertanya, kenapa Linux tidak mendeteksinya sebesar 80 GB. Hal ini semata-mata karena program parted memiliki algoritma tersendiri dalam menentukan ukuran disk berdasar informasi cylinder, track, dan sector yang didapat.
  • Label partisi bertipe DOS. Informasi ini dapat Anda abaikan karena hampir seluruh hard disk yang umumnya digunakan di PC ditetapkan dengan label partisi bertipe DOS (msdos). Distro Linux Anda pun dapat dipastikan di-format awal dengan tipe DOS.
  • Seluruhnya ada 7 partisi, dimana 3 partisi bertipe primary dan 1 extended yang didalamnya terdiri dari 3 partisi logical. Tidak ada partisi yang di-set sebagai boot partition. Hal ini terlihat dari kolom flags yang menunjukkan tidak adanya partisi dengan property boot.
  • Ukuran sebuah partisi tidak dapat langsung diketahui. Besar partisi didapat dengan menghitung selisih nilai A dan B. A adalah nilai End dari partisi dan B adalah nilai Start dari partisi. Misalnya untuk partisi pertama (minor=1), besarnya adalah 20000.039-0,031 = 20000,008 MB (19.53 GB).
Image
Contoh visual struktur hard disk: Pada gambar dapat diketahui bahwa partisi logical selalu berada di dalam partisi extended.

  • Adakah ruang di hard disk yang masih belum dipetakan sebagai partisi? Informasi ini tidak ditampilkan oleh parted, tapi dengan melakukan perhitungan selisih antara bagian End dari partisi pertama dan Start dari partisi kedua dan seterusnya (lewati partisi extended) Anda dapat dengan mudah mengetahui, ada tidaknya ruang kosong setelah partisi nomor 7 (minor=7). Ukuran ruang kosongnya adalah besar total disk(78167.250 ) dikurangkan End dari partisi nomer 7 (43012.265) yang besarnya 35154.985 MB (34.331 GB).
Perhatian! Jangan melakukan partisi pada hard disk yang berisi data penting! Jalankan semua perintah manipulasi partisi dengan hati-hati. Lakukan backup data sebelum mencoba perintah-perintah yang berkaitan dengan partisi. CHIP tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan atau kehilangan data yang mungkin terjadi.

B. Membuat Partisi Baru

Kali ini akan dilakukan manipulasi dengan menggunakan mode interaktif. Perbedaannya dengan mode sebelumnya yaitu perintah manipulasi disk tidak sekaligus diketikkan bersamaan dengan pemanggilan tool  parted. Anda cukup mengetik perintah parted diikuti nama device dari hard disk yang ingin dimanipulasi.

# /sbin/parted coba.img
(parted)

Apabila Anda ingin membuat partisi baru sebesar 400 MB dengan sistem file ext2, gunakan perintah berikut ini.
(parted) mkpartfs logical ext2 43012.265  3412.265

 

  • Parameter ‘logical’ berarti partisi yang dibuat bertipe logical. Partisi primary tidak dibuat karena ukuran partisi extended-nya sudah mencapai ukuran maksimum disk dan partisi primary tidak mungkin diletakkan di dalam partisi extended. Selain itu, dengan adanya partisi extended maka jumlah maksimum partisi primary yang dapat dibuat adalah 3. Dengan demikian, pilihannya tinggal tipe logical.