A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: pages/review.php

Line Number: 9

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: pages/review.php

Line Number: 10

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: pages/review.php

Line Number: 11

You are Here : Home > Review > Gadget
07 February 2013 | 79395 view(s)
Smartfren Andromax U

Penulis :

Harga: Rp1.599.000

Kelebihan:
-Harga murah
-Layar besar
-GSM-CDMA Dual-on
Kekurangan:
-Pemutar Video Bawaan Tak bisa memutar video HD
-Body plastik, dan terasa licin
-Hanya mendukung koneksi CDMA Rev A
Highlights:
Secara keseluruhan beberapa kekurangan yang terdapat pada Andromax U ini seperti bisa dimaklumi karena harganya yang jauh lebih murah dibanding produk yang mempunyai spesifikasi setara

Jakarta, CHIP.co.id – Setelah sukses dengan seri terdahulu, Smartfren kini meluncurkan smartphone Andromax teranyarnya, yaitu Andromax U. Seri terbaru ini memiliki dua kesamaan dengan pendahulunya, yaitu mempunyai harga yang relatif murah, di bawah Rp2 juta, dan mendukung penggunaan SIM card GSM dan micro RUIM untuk CDMA yang bisa aktif sekaligus (dual-on). Bedanya adalah pada Andromax U, kartu GSM-nya bisa digunakan untuk mengakses internet, sekalipun terbatas pada sinyal GPRS.

Layar dan Performa

Andromax U mempunyai spesifikasi yang setara dengan smartphone Android kelas menengah yang saat ini beredar di pasaran. Prosesor Snapdragon S4 Play dual-core 1,2GHz, RAM 768MB, GPU Adreno 203, dan layar IPS 4,5 inci dengan resolusi 960x540 pixel. Sekalipun menggunakan prosesor Snapdragon S4, performanya memang tak bisa dibandingkan dengan ponsel high-end yang juga menggunakan prosesor tersebut seperti Nexus 4, karena Andromax U menggunakan prosesor S4 Play, versi low-end dari seri Snapdragon S4. 

Performanya sama sekali tidak mengecewakan, perpindahan antar menu terasa lancar, game berat sejenis Dead Trigger pun berhasil dimainkan dengan lancar pada smartphone ini. Game yang lebih ringan semacam Temple Run 2 jelas bisa berjalan lancar. Satu hal yang patut dicatat adalah ketika digunakan untuk bermain Dead Trigger, bagian belakang Andromax U terasa agak panas.

Ketika di-benchmark dengan aplikasi Quadrant dan Antutu pun hasilnya cukup baik, bisa dilihat dari gambar dibawah ini.

Layarnya memiliki kerapatan pixel sebesar 256 ppi, dengan teknologi In Plane Switching (IPS) yang membuat viewing angle lebih luas dibanding layar jenis lain. Andromax U ini juga menggunakan teknologi One Glass Solution (OGS) touch screen, yaitu menyatukan antara layar smartphone dengan panel layar sentuhnya. Teknologi tersebut membuat layar terasa lebih tipis, dan gambar yang ditampilkan terasa lebih nyata. Pada bagian bawah layarnya terdapat 3 tombol kapasitif, yaitu back, home, dan setting.

Desain, Harga, dan Kamera

Sekalipun Andromax U dijual dengan harga yang cukup miring, sekira Rp1,6 juta, desain smartphone ini sama sekali tak terlihat murahan. Pemilihan material plastik membuat bagian belakang casing Andromax U menjadi magnet sidik jari yang sangat baik. Selain itu, penggunaan material plastik ini membuat Andromax U terasa licin. Kami beberapa kali hampir menjatuhkan smartphone ini saat melakukan pengujian.

Ada dua port dalam smartphone ini, port micro USB dan port audio 3,5mm. Keduanya terletak di bagian atas, sedangkan bagian kiri terdapat pengatur volume, dan bagian kanan terdapat tombol power. Di bagian bawah layar, terdapat sebuah indikator LED yang cukup besar dengan bentuk yang menyerupai dengan earpiece di bagian atas untuk menunjukkan notifikasi. Penempatan indikator yang kurang lazim ini membuat kami sering tertukar antara bagian atas dan bawah smartphone ini saat layarnya sedang mati.

 

Pada bagian atas terletak kamera depan dengan resolusi 2MP, sedang di bagian belakang terdapat kamera 8MP yang dilengkapi dengan LED flash. LED flash pada Andromax U bisa dijadikan pemandu autofocus kamera saat kondisi gelap. Kamera belakangnya bisa digunakan untuk merekam video beresolusi 720p, namun sayangnya pemutar video bawaan tak bisa memutar video 720p dari sumber lain. Solusinya adalah menggunakan pemutar video pihak ketiga semacam MX Player, pun ketika kami melakukan hal tersebut, pada beberapa video terjadi delay cukup lama antara gambar dan suara dalam video. Berikut hasil jepretan Andromax U dalam pengujian kami.

Kami membandingkan kamera belakang milik Smartfren Andromax U dengan kamera smartphone lain dengan resolusi yang sama, 8MP. Hasilnya bisa anda lihat pada foto diatas.

Kami melakukan cropping pada foto untuk melihat detail dari gambar yang diambil dengan kamera belakang, hasilnya bisa Anda lihat pada gambar di atas.

Konektivitas

Smartphone ini mempunyai hampir semua konektivitas standar yang dimiliki oleh smartphone pada umumnya, seperti Wi-Fi (support tethering), dan Bluetooth 3.0, kecuali Near Field Communication (NFC). Untuk koneksi data, bisa dipilih antara CDMA 2000 1X EVDO Rev A, atau GSM GPRS. Sayangnya Andromax U masih sama seperti Andromax seri sebelumnya yang hanya mendukung koneksi CDMA Rev A (upto 3,1 Mbps), padahal Smartfren sudah mendukung penggunaan EVDO Rev B (upto 14,7 Mbps), meski terbatas pada daerah tertentu. Andromax U ini pun sudah dilengkapi dengan GPS, namun sayangnya seringkali locking sinyal GPS-nya terasa lamban, terutama jika berada di dalam ruangan.

Storage

Smartphone ini mempunyai storage internal sebesar 4GB yang bisa diekspansi melalui microSD. Storage internal yang relatif kecil tersebut menuntut penggunanya untuk memindahkan sebagian data aplikasi kedalam microSD, namun sayangnya pada sistem operasi Android tak semua aplikasi bisa dipindahkan kedalam microSD, dan justru aplikasi yang tak bisa dipindahkan itu biasanya memakan memori yang cukup besar, Facebook misalnya.

Khusus untuk microSD, kami mengalami sedikit gangguan dalam pengujian ini, yaitu microSD merk dan ukuran tertentu akan menyebabkan random reboot di handset ini. Anehnya, hal tersebut bukan karena kapasitas microSD yang terlalu besar, karena random reboot tersebut terjadi saat kami menggunakan microSD berukuran 2GB dan 1GB. Saat kami menggunakan microSD berukuran 8GB, random reboot tersebut tak terjadi lagi.

Baterai

Baterai berkapasitas 1800 mAh yang dibenamkan pada Andromax U ini bekerja dengan baik, malah bisa dikatakan memuaskan. Dengan penggunaan normal sehari seperti sesekali membuka aplikasi sosial media seperti Twitter dan Path, sesekali memainkan Dead Trigger dan Temple Run 2, juga membuka Google Maps untuk melihat kondisi kemacetan di saat jam pulang kantor dengan GPS yang sesekali dinyalakan, Andromax U ini menyisakan 4 persen dari kapasitas baterainya setelah sekira 14 jam pemakaian.

Oh ya, kami tidak menggunakan sinyal Wi-Fi sama sekali dalam pengujian ini, hanya bergantung pada koneksi internet dari kartu Smartfren yang sudah ter-bundling dalam Andromax U.

Secara keseluruhan, beberapa kekurangan yang terdapat pada Andromax U ini seperti bisa dimaklumi karena harganya yang jauh lebih murah dibanding produk yang mempunyai spesifikasi setara.


Editor : Insaf Albert Tarigan

You may also like:

Smartfren Jual Android KitKat Rp499 Ribu

Sambut Ramadan, Smartfren Diskon Seri Andromax

Gelar Olymplication, Smartfren Tantang Mahasiswa Buat Aplikasi untuk Andromax

Andromax G2, Smartphone Penerus Seri G dari Smartfren
comments powered by Disqus
Publication
© 2012-2013 CHIP ONLINE. PT Prima Info Sarana. All Rights Reserved. | About CHIP | Privacy Policy