|
Apa yang ada di benak Anda saat mendengar nama Quentin Tarantino? Mungkin Anda masih terngiang-ngiang pada kesadisan Kill Bill dan Kill Bill volume 2. Mungkin juga di antara Anda ada yang melonjak senang ketika mengetahui Tarantino kembali beraksi dengan film barunya.
Sutradara jenius yang satu ini kembali memberikan variasi baru bagi dunia perfilman Hollywood. Dengan perencanaan yang cukup lama, akhirnya Inglourious Basterds berhasil dikerjakan dan tayang di bioskop-bioskop di seluruh dunia.  Diawali dengan kalimat, “once upon a time in Nazi occupied France”, Quentin mengajak kita masuk ke sebuah dongeng tentang Perang Dunia II, lebih detailnya ke sebuah desa kecil di Prancis. Di sana, Kolonel Hans Landa (Christopher Waltz) mendatangi sebuah peternakan sapi untuk mencari keluarga Yahudi yang tersisa di desa tersebut. Ia adalah seorang Jew Hunter—layaknya Nazi pada umumnya—yang ditugasi untuk membasmi semua Yahudi di Prancis. Di sana, ia menemui seorang petani Prancis dan menanyakan beberapa pertanyaan. Di rumah kecil tersebut, Landa mendapatkan kemenangannya ketika ia berhasil mengajak petani tersebut bekerja sama untuk memberi tahu persembunyian keluarga Yahudi yang dicarinya. Keluarga tersebut dibantai dengan rentetan peluru, kecuali Shosanna Dreyfus (Mélanie Laurent), yang berhasil melarikan diri.
 Empat tahun kemudian, seorang tentara Amerika, Letnan Aldo Raine (Brad Pitt) melakukan rekrutmen anggota untuk geng pemberontakan yang dipimpinnya. Ia dan tentaranya mempunyai misi untuk menghabisi Nazi. Di kalangan Nazi, mereka disebut “The Basterds” karena cara mereka menghabisi para Nazi cukup kejam. Mereka membunuh dengan memukul kepala menggunakan tongkat baseball, menggorok leher atau memberondongi mereka dengan tembakan brutal. Tidak lupa, mereka menguliti kepala para tentara Nazi untuk dijadikan koleksi oleh Raine. Hanya sedikit tentara yang dibiarkan hidup oleh the basterds. Jika hidup, the basterds akan meninggalkan “polesan” indah di dahi para tentara berbentuk guratan lambang swastika. Dengan begitu, ke mana pun tentara tersebut pergi, ia akan dikenali sebagai Nazi.
Mengumpulkan informasi dari para tentara Nazi yang tertangkap, the basterds merencanakan sebuah serangan yang lebih besar. Mereka tidak puas hanya meringkus tikus-tikus Nazi, tapi mereka ingin menghabisi para petinggi Nazi, termasuk Adolf Hitler (Martin Wuttke). Maka, rencana penyerangan pun dimulai. Mereka bekerja sama dengan Bridget von Hammersmark (Diane Kruger), artis terkenal Jerman yang juga seorang agen rahasia untuk menjatuhkan rezim The Third Reich.  Kebencian terhadap Nazi tidak hanya dirasakan letnan Raine dan tentaranya. Shosanna Dreyfus juga menyimpan dendam kepada Nazi yang telah membunuh keluarganya. Setelah berhasil melarikan diri dari jurang kematian empat tahun silam, Dreyfus kembali menata hidupnya dengan menjalani bisnis sinema dan mengubah namanya menjadi Emmanuelle Mimieux. Seorang tentara Nazi berprestasi, Fredrick Zoller (Daniel Brühl), jatuh cinta kepada Dreyfus. Maka, saat Zoller mengetahui Dreyfus memiliki sebuah gedung bioskop, ia membujuk Joseph Goebbels (Sylvester Groth) untuk mengadakan acara pemutaran perdana film National’s Pride yang dibintanginya di bioskop milik Dreyfus. Ini adalah sebuah kebetulan yang menguntungkan bagi Dreyfus. Bersama pacarnya, Marcel (Jacky Ido), ia menyusun sebuah rencana besar untuk melampiaskan dendamnya kepada para Nazi.
Jadi, para Nazi tampaknya memiliki banyak musuh, the Basterds dan Dreyfus. Apa yang akan terjadi pada para petinggi Nazi tersebut? Apakah mereka akan tetap berdiri tegak di atas keangkuhan mereka? Akankah the basterds dan Dreyfus mengulangi kegagalan Tom Cruise yang tidak berhasil membunuh karakter Hitler dalam Valkyrie (2008)?  Bagaimana pun akhir dari film ini, tampaknya Anda tidak akan terlalu ambil pusing. Anda akan lebih menikmati jalan cerita film ini daripada ending yang diberikan Tarantino. Apa sih, yang bisa kita harapkan dari akhir sebuah film fiksi yang diambil dari sebuah kisah nyata—apalagi sebuah kisah sejarah besar dunia? hanya ada dua kemungkinan: Hitler mati atau hidup dan terus menebarkan kebengisannya ke seluruh negara jajahannya. Tapi, tampaknya bukan itu yang ingin ditonjolkan Tarantino. Sutradara yang sangat piawai menggarap film thriller ini lebih memilih untuk bermain dengan imajinasi-imajinasinya yang diselipkan ke sebuah kisah besar dunia. Ide Tarantino kali ini cukup brilian. Menciptakan “the basterds” yang giat menangkap, melucuti, menyakiti, membunuh, dan menguliti para Nazi adalah sebuah gagasan yang keren! Para pembenci Nazi ini seakan tidak takut dengan “ras tertinggi di dunia itu”. Mereka memang bastards sejati.
Film berbudget 70 juta dolar ini direncanakan dan dibuat dengan amat matang dan penuh pertimbangan. Tarantino butuh waktu lebih dari satu dekade untuk menulis skenario keseluruhannya. Ia pun memikirkan matang-matang aktor yang pantas memerankan setiap karakter ciptaannya. Buktinya, Christopher Waltz berhasil meraih penghargaan Best Actor Award dalam Cannes Film festival 2009 di Prancis. Bahkan, Waltz disebut-sebut pantas mendapatkan Oscar untuk aktingnya sebagai Hans Landa. Selain jenius dalam mengarahkan aktor dan aktrisnya, Tarantino teruji memiliki kecerdasan luar biasa dalam menciptakan kedetailan dalam sebuah adegan. Ia berhasil menciptakan sebuah cerita baru dalam sebuah sejarah besar Jerman—karena akhir dari cerita ini Hitler tidak berakhir dengan membunuh dirinya karena menanggung malu akibat kekalahan. Dari cerita tersebut, seakan kita melihat sisi lain, sebuah sejarah baru yang belum pernah kita ketahui sebelumnya.
Dan…satu hal yang menjadi ciri khas terbaik Tarantino: sadisme. Unsur ini tidak akan pernah lepas dari tangan dingin Tarantino. Bagi para pecinta film Tarantino sebelumnya, siap-siap akan terpuaskan dengan beragam adegan miris yang penuh pertumpahan darah. Dua jempol untuk Tarantino, ketika ia berhasil menggabungkan sejarah, fiksi, humor, perang, konspirasi, dan sedikit cinta di film ini. Semuanya blend in menjadi sebuah untaian cerita yang memikat. Ini adalah salah satu film dengan paket lengkap yang berhasil membuat penonton terpukau dari awal hingga akhir film. Komentar terakhir untuk Inglourious Basterds: Tottaly bastard! Tanggal rilis : 17 Oktober 2009 Genre : action Durasi : 153 menit Sutradara : Quentin Tarantino Pemain : Brad Pitt, Eli Roth, Til Schweiger, Gedeon Burkhard, B. J. Novak, Omar Doom, Paul Rust, Michael Bacall, Mélanie Laurent, Diane Kruger, Christopher Waltz, Daniel Brühl Produksi : Universal Pictures Author : Lucky Natalia |