English Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Czech Dutch French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish Catalan Filipino Hebrew Indonesian Ukrainian Vietnamese Thai Turkish
 
 
Home arrow Blog arrow Praktik - Menggunakan Fasilitas Software RAID di Linux  
Praktik - Menggunakan Fasilitas Software RAID di Linux Print E-mail
Saturday, 02 August 2008

Implementasi Software RAID di Linux
Bagaimana cara memaksimalkan kinerja disk sekaligus menjamin integritas data di dalamnya? Jawabannya adalah gunakan RAID! 

Image
 
Mungkin Anda sering mendengar istilah RAID saat membeli motherboard atau saat melakukan setting PC server.  Apa sebenarnya RAID itu? Ini adalah singkatan dari Redundant Array of Inexpensive Disk atau kalau di-Indonesiakan kira-kira maknanya 'kumpulan disk berharga terjangkau yang saling menunjang”. Terjemahan ini memang tidak benar-benar pas, tetapi sudah menggambarkan dua sifat utama RAID:
 
1. Terdiri atas kumpulan hard disk biasa, bukan dibentuk dari disk khusus atau berharga sangat mahal.
2. RAID dibuat untuk meningkatkan per­forma baca-tulis dan tingkat keamanan data.
 
Poin 2 inilah yang paling menarik untuk dibahas karena inilah alasan utama mengapa seseorang ingin menggunakan konfigurasi RAID. Untuk memahaminya, kita harus terlebih dahulu mempelajari macam-macam jenis RAID:
 
a) RAID 0, sering disebut striping without parity. Data akan ditulis merata pada semua partisi disk yang menjadi anggota RAID . Konfigurasi ini bisa diandaikan seperti seseorang yang memiliki bola biliar dengan nomor 1 sampai dengan 10. Nomor ganjil masuk ke keranjang berwarna biru dan nomor genap masuk ke keranjang warna merah.
 
Dengan susunan ini, jika dua orang di­tugaskan mengambil bola nomor 1 sampai dengan 6, masing-masingnya dapat segera mengambil tiga bola dari masing-masing keranjang. Tiap orang hanya boleh memakai tangan kanan (dikondisikan mirip seperti head hard disk yang cuma satu) yang bergerak secara acak membaca data. Bisa Anda bayangkan bahwa pekerjaan ini menjadi dua kali lebih cepat dibanding dikerjakan hanya oleh satu orang.
 
b) RAID 1, dikenal dengan nama mirroring. Data akan ditulis sama persis ke semua anggota RAID.   Keuntungan dari pola ini adalah jika terjadi kerusakan pada salah satu partisi anggota RAID, maka Anda bisa langsung menggunakan data cadangan di partisi lainnya. Hal ini berbeda dengan RAID 0 karena kerusakan salah satu partisi anggota akan menyebabkan kegagalan baca-tulis secara keseluruhan. 
 
Kembali ke analogi sebelumnya, RAID 1 bertindak menduplikasi 10 bola yang ada sehingga ada 20 bola. Ada 10 bola yang masuk ke satu keranjang dan sisanya ke keranjang lainnya. Apabila 10 bola di keranjang biru rusak, maka 10 bola di keranjang merah bisa langsung digunakan untuk bermain biliar.
 
c) RAID 5, biasa disebut striping with parity. Pada dasarnya, konfigurasi ini  mirip seperti RAID 0, hanya saja sekarang ada tambahan suatu data pengaman yang disebut parity. Parity ini memungkinkan struktur RAID dipulihkan seperti semula jika salah satu partisi rusak.