| Kritik Foto 07-2008 |
|
|
| Tuesday, 13 October 2009 | |
|
Page 1 of 4 Kritik membangun dan koreksi terhadap kekurangan atau kesalahan dalam foto yang dikirimkan ke redaksi untuk mengikuti CFVD Photo of the Month Contest. Kama Adritya ![]() GAMBAR 1: Foto hasil karya Dendy ini dibuat di Ice Word Jakarta, dengan menggunakan kamera pocket biasa. Judul: “Beku” Ray Bachtiar Untuk mendapatkan sebuah foto yang bagus, kadang membutuhkan keberuntungan, terutama dalam menemukan obyek yang menarik untuk difoto. Namun selain itu ada satu hal yang juga penting, yaitu kemampuan fotografi secara teknis. Seperti pada foto ini, obyeknya itu sudah benar dan bagus. Dan memiliki banyak potensi untuk menjadi banyak hasil karya yang indah. Sayangnya si fotografer kurang memperhatikan teknis fotografi dalam foto ini. Terlalu banyak kekurangan dalam foto ini, terutama dalam pencahayaannya. Sangat disayangkan karena obyek yang berpotensi untuk menjadi sesuatu yang indah, menjadi sia-sia terbuang. Untuk dapat membuatnya lebih baik, si fotografer terpaksa memotret ulang dan menggunakan settingan cahaya yang tepat. Kalau ditambahkan flash dari bagian belakang es, hasilnya akan lebih dramatis dan menarik. Penggunaan filter juga akan dapat lebih membantu. Arbain Rambey Saya tidak melihat ada sesuatu yang indah pada foto ini. Walaupun sebenarnya obyek yang ada sangat mungkin untuk dijadikan foto yang indah dan menawan. Si pemotret kurang menggunakan permainan cahaya, dan menggunakan settingan exposure yang kurang tepat pula. Tidak bisa tidak, mau tidak mau si pemotret harus memotret ulang. Dedy Irvan Obyek yang sangat menarik. Sayang, tidak diolah dengan baik. Dalam keadaan dingin, basah, dan gelap, memang tidak banyak yang dapat diperbuat. Terutama, saat kita tidak membawa peralatan yang mencukupi. Fotografi memang membutuhkan imajinasi. Tanpa imajinasi, tidak akan muncul ide-ide baru. Akan tetapi, terkadang imajinasi menjadi jebakan maut bagi sang fotografer. Dan percayalah, otak kita dapat berimajinasi cukup jauh tanpa diimbangi logika. foto ini adalah hasil imajinasi tersebut. Akan tetapi, logika yang tidak seimbang membuat hasil fotonya tidak sesuai dengan bayangan awal. Sayangnya, sang fotografer tetap berimajinasi tanpa melihat kenyataan. |


