Di sela-sela acara pameran Indocomtech di Jakarta Convention Center tanggal 8 September 2006 lalu, PT. Leadvision Technology, produsen notebook BYON menerima penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai merek notebook pertama yang diproduksi dengan standarisasi komponen di Indonesia dan penjualan notebook berlapis emas dan berlian.
"Hanya yang dianggap langka, mengukir prestasi, dan yang menciptakan sebuah terobosan teknologi dan berprestasi yang layak dicatat dalam rekor MURI. Saya melihat sangat pantas jika kemudian MURI mencatat dan memberikan rekor bagi notebook BYON ini." jelas Jaya Suprana, Ketua MURI. Para pemimpin PT Leadvision berfoto sambil memperlihatkan notebook BYON berlapis berlian dan surat penghargaan dari MURI. "Dengan terjualnya notebook BYON dengan lapisan emas dan berlian tersebut, membuktikan bahwa notebook bukan lagi sekedar perangkat teknologi, tetapi telah menjelma menjadi suatu life style, tanpa mengurangi sedikitpun keunggulan teknologi yang digunakan" ungkap Chris Irwan Japari, Marketing Director PT Leadvision Technology beberapa saat setelah dilakukan serah terima penghargaan. "Dengan memesan memesan desainnya langsung ke BYON, kini pengguna BYON dapat tampil beda dengan menampilkan identitas perusahaan." ujarnya lagi. BYON yang merupakan kepanjangan dari Build Your Own Notebook adalah notebook pertama di Indonesia yang menerapkan konsep standarisasi pada 7 komponen utama notebook. Di masa yang akan datang nanti, standarisasi komponen akan menjadi tren, karena sangat berpihak pada penggunanya. Hal ini disebabkan pengguna notebook dengan mudahnya dapat memperoleh komponen yang bermasalah dipasaran dengan harga yang terjangkau. Naomi Susan dengan notebook barunya yang berlapis emas dan berlian. Untuk komponen notebook nya, BYON hanya menggunakan komponen kualitas terbaik dari supplier terbaik dibidangnya. "Kini saatnya industri TI dalam negri untuk bangkit sejajar dengan para perusahaan internasional. Kami optimis bahwa kehadiran kami akan mengubah image masyarakat selama ini bahwa semua yang merupakan produksi dalam negri berkualitas rendah." ujar Steven Alexander, Director PT Leadvision Technology. Pada kesempatan ini, hadir pula Naomi Susan, pembeli notebook BYON yang bertahtakan emas dan berlian. Ia mengaku telah membeli notebook seharga Rp. 116 juta rupiah ini pada pelelangan yang diadakan beberapa hari sebelumnya. Saat ditanya apa alasannya membeli notebook bertahtakan emas tersebut, wanita yang sebelumnya sudah memiliki notebook ini mengatakan kalau notebook BYON tersebut akan digunakannya untuk menunjang aktivitas bisnisnya sehari-hari. Selain melihat desainnya yang spesial, wanita yang mengerti teknologi ini juga berpendapat kalau notebook tersebut memiliki kualitas terdepan yang sangat menunjang pekerjaannya. "Di samping kualitas kemanan data dan security, saya juga mementingkan daya tahan baterai yang cukup lama." ujarnya lagi. Source: Press conference Author: Nur Hasanah |
|
|