English Arabic Bulgarian Chinese (Simplified) Chinese (Traditional) Czech Dutch French German Greek Hindi Italian Japanese Korean Norwegian Polish Portuguese Romanian Russian Spanish Swedish Catalan Filipino Hebrew Indonesian Ukrainian Vietnamese Thai Turkish
 
 
Home arrow Software arrow Guides arrow Bahaya Baru Online Banking!  
Bahaya Baru Online Banking! Print E-mail
Tuesday, 07 July 2009


5.Risiko Menyimpan
Akses Data  
Browser teraman sekalipun terkadang memiliki kebocoran. Dalam Firefox versi 2.0.0.5, justru password-manager-lah yang menjadi ancaman bahaya. Apabila JavaScript diaktifkan dalam browser dan pengguna menyimpan data login, hacker dapat membaca data yang bersangkutan pada ebuah website yang sengaja dipersiapkan untuk itu dan meneruskan data tersebut ke tangannya.

SOLUSI:
Jagalah browser Anda tetap aktual. Dengan demikian, kelemahan akan cepat tersingkirkan dan Firefox menjadi aman. Namun, jangan pernah menyimpan data sensitif pada PC, terlebih akses data online banking. Sebaiknya, input transaksi selalu dimasukkan secara manual.

6.Risiko Menyimpan

Nomor PIN   
Hal yang sama dengan akses data juga berlaku untuk nomor PIN. Bahkan sistem keamanan data pun tidak menawarkan proteksi penuh terhadap hacker. Dalam tes keamanan password, kami menemukan kelemahan. Bahaya selalu mengancam apabila Anda membuka program enkripsi untuk mengakses nomor PIN karena sistem proteksinya akan hilang. Hacker dapat membacanya pada layar dan mendapat­kan semua nomor PIN Anda.

SOLUSI:
Simpan nomor PIN dan nomor transaksi di dalam laci Anda atau mintalah proses transaksi yang lebih aman kepada bank Anda. Dalam hal ini, Anda akan mendapatkan nomor transaksi melalui SMS pada ponsel Anda. Sejumlah bank di Indonesia menawarkan solusi proteksi optimal melalui perangkat khusus yang selalu siap meng-generate nomor transaksi, seperti yang ditawarkan oleh Bank BCA dengan perangkat kecil bernama “KeyBCA”.

7.Kesalahan Kecil
Berefek Besar
Transfer yang harus dilakukan segera, se­ringkali membuat Anda kurang teliti. Kebia­saan ini pun sering kali dicermati oleh para hacker. Rekening Anda terdebet, tetapi dananya dikirimkan ke para penjahat.


Bank tidak dapat menarik kembali dana yang bersangkutan apabila transfer sudah tercatat dan hal ini biasanya berlangsung sangat cepat. Tentu Anda sedang sial apabila salah mengetikkan nomor rekening penerima dan nomor yang bersangkutan memang ada. Walaupun pemilik rekening yang bersangkutan wajib mengembalikan dana tersebut, hal ini bisa sangat mengesalkan. Misalnya apabila ia tidak mampu membayar, uang Anda akan hilang.

SOLUSI: Periksalah setiap kali memasuk­kan data dan periksa sekali lagi halaman konfirmasi. Apabila ada kesalahan, segera laporkan kepada bank yang bersangkutan. Agar Anda tidak salah ketik, Buatlah template untuk bertransaksi, khususnya untuk  melakukan transfer.

8.Warnet Merupakan
Zona Berbahaya
Waspadalah apabila Anda melakukan transaksi online-banking di sebuah warnet. Pasalnya kita tidak pernah tahu, sebaik apa proteksi virus PC yang bersangkutan. Selain itu, di sebuah jaringan warnet, hacker mudah menangkap seluruh lalu-lintas data.

SOLUSI: 
Hindari mentransfer dana de­ngan menggunakan PC yang bukan milik Anda sendiri. Alternatif lain yang lebih baik adalah dengan layanan mobile banking. Banyak lembaga keuangan kini memungkinkan transaksi uang melalui ponsel, tanpa biaya atau tergantung operator selular Anda.

9.Menjadi Perantara Terancam  hukuman
Para hacker memang sulit di lacak keberadaannya, terlebih mereka sering kali menggunakan perantara untuk mentransfer dana melalui layanan pengiriman uang seperti Western Union (www.western­union.com). Beberapa menit setelah proses transfer, para hacker dapat mengambil dana tersebut di bank mana pun di seluruh dunia. Untuk melakukannya, hacker menggunakan kartu identitas palsu.

Ingat, hanya menjadi perantara pun berat hukumannya. Sayangnya, para pe­ran­tara tersebut justru biasanya warga baik-baik yang tidak tahu-menahu dan menjadi korban hacker. Bagaimana hacker mengelabuinya? Hanya dengan sebuah e-mail yang menjanjikan imbalan tinggi apabila warga tersebut menyediakan rekeningnya untuk melakukan transaksi transfer dana.

SOLUSI:
Tawaran melalui e-mail dengan janji-janji surga sebaiknya segera Anda lupakan! Di balik janji tersebut biasanya ada seorang penipu. Gunakanlah penyedia layanan Western Union hanya untuk men-transfer dana ke keluarga atau orang-orang terdekat Anda.

10.Kebiasaan Buruk
: Melupakan Logout
Saldo rekening sudah diperiksa, proses transfer sudah dilakukan, dan selesai. Bukannya melakukan proses logout, Anda malah menutup aplikasi browser begitu saja. Apabila Anda melakukan hal tersebut, akibatnya bisa fatal terutama bagi Anda yang bertransaksi di sebuah warnet. Pasalnya, website bank dapat ditampilkan kembali melalui fasilitas history pada browser. Tanpa perlu memasukkan PIN, seseorang yang tidak bertanggung jawab akan menda­patkan akses penuh pada rekening Anda.

SOLUSI: 
Di sini Anda harus melakukan proses logout dengan benar. Apabila menginginkan proteksi lebih, hapuslah semua jejak browser berupa cache dan cookies setelah bertransaksi di online banking.

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it (DH)


Tips:
Reaksi yang Tepat
Apabila kemungkinan terburuk terjadi dan Anda menjadi korban sebuah penipuan, sejumlah tips berikut dapat membantu:         
                                                 
MEMBLOKIR AKSES BANK
Langkah pertama, jangan panik, tetap tenang, dan blokir akses bank. Periksalah setiap hari saldo Anda agar transaksi yang tidak diinginkan dapat segera diketahui dan mungkin pihak bank dapat membatalkannya.

MENGONTAK BANK
Apabila Anda yakin telah melakukan sebuah transaksi dengan benar, tetapi website melaporkan sebuah kesalahan yang tidak jelas, segera beritahu bank Anda karena kemungkinan ada penyusup ilegal yang masuk. Tetaplah tenang, sopan, dan ceritakan kejadiannya ke pihak bank secara detail.     

                            
PC  SEBAGAI BARANG BUKTI

Apabila Anda mengetahui adanya trojan atau penyusup ilegal di sistem PC Anda, jangan gunakan PC tersebut dan biarkan apa adanya sampai Anda bertemu dengan pihak bank. Dengan demikian, Anda memiliki bukti kuat untuk kebutuhan laporan kerugian Anda.