By wowo

Indonesia.

Dari The New Republic dan The Independent:

“It is that frenzied rate of deforestation that has propelled Indonesia, home to 237 million people, into its top-three spot in the global league table of climate change villains. According to a government report released last month, the destruction of forests and carbon-rich peatlands accounts for 80 per cent of the 2.3 billion tons of carbon dioxide emitted in the country annually.”

Selanjutnya,

“The recent government report forecast that carbon emissions, which have risen from 1.6 billion tons in 1990, will increase to 3.6 billion by 2030, a leap of 57 per cent from today’s level. The main reason is logging and clearing of forests for agriculture and industrial plantations, including oil palms. The government granted permission last year for two million hectares of peatland to be cleared for oil palms.”

Angka sebenarnya di masa depan mungkin lebih tinggi, karena penggunaan PLTU berbahan bakar batu bara, salah satu proyek “prestasi” yang dicanangkan pemerintahan sebelumnya.

Berapa banya kontribusi Indonesia pada output karbon seluruh dunia?

“At present, Indonesia accounts for 8 per cent of global carbon emissions, although the archipelago represents barely 1 per cent of the world’s landmass. It still has the third largest tracts of tropical rainforest, after Brazil and the Democratic Republic of Congo, despite losing one-quarter of its forest cover between 1990 and 2005.”

Tentu saja, bila sebagian besar output karbon itu karena kebakaran hutan dan bukan industri, berarti secara ekonomi emisi karbon itu tidak punya padanan pada produksi negeri ini.

By wowo

battery_9v

Semakin banyak perhatian dicurahkan ke komponen yang satu ini. Baterai adalah komponen penting dari setiap peralatan elektronik. Dari berbagai jenis yang ada lazim digunakan saat ini, NiMh, Li-Ion adalah jenis yang paling banyak digunakan oleh berbagai produk elektronik, termasuk notebook, kamera digital dan berbagai gadget lainnya. Di beberapa tahun belakangan ini, Li-Ion menjadi pilihan utama, karena pilihan material ini memungkinkan baterai lebih kecil, discharge lebih kecil, daya tahan baterai lebih lama, kapasitas daya lebih besar dan berat lebih ringan,

battery_explode

Walaupun begitu, Li-Ion bukanlah baterai yang “sempurna”. Recall besar-besaran yang dilakukan beberapa produsen baterai dan notebook beberapa tahun lalu, menunjukkan bahwa material ini mempunyai karakteristik yang cukup “meledak”. Selain itu, biaya produksi dan quality control (sehingga masalah serupa tidak terjadi lagi) membuat baterai Li-Ion tidak layak digunakan di kendaraan hybrid - paling tidak menurut Toyota. Hanya perusahaan mobil/motor listrik tertentu yang menggunakan baterai Li-Ion - mereka pun mengakui bahwa biaya (dan berat) baterai Li-Ion mencakup sebagian besar biaya produksi. Biaya baterai untuk Tesla Roadster diperkirakan sekitar US 60.000, atau setengah dari harga mobil tersebut.

4730131

1revolt-logo-rvb

Oleh karena itu, peneliti di seluruh dunia berusaha mencari alternatif untuk menggantikan Li-Ion. Perusahaan-perusahaan baru seperti A123 Systems bergantung pada lithium iron phospate, sementara Revolt berhasil menemukan cara membuat baterai rechargable dari zinc air (note:udara, bukan air). Bahkan perusahaan baterai besar seperti Energizer seharusnya sudah menawarkan seri baterai zinc air mereka tahun depan (sampel sudah tersedia tahun ini). Kedua produk ini menawarkan daya jauh lebih tinggi daripada Li-Ion (3 hingga 4 kali daya Li-Ion, dengan berat dan volume sama/setara). Perbedaan utama antara keduanya adalah jumlah kemampuan isi ulang dan harga. Baterai zinc air menawarkan jumlah charge cycle lebih rendah dari Li-Ion, namun biaya produksinya hanya setengah Li-Ion. Sebaliknya, biaya produksi baterai lithium iron phosphate diperkirakan lebih murah daripada Li-Ion.

set12_logo2_off

Setelah kedua alternatif ini, kombinasi yang diincar adalah lithium metal-air. Lithium metal-air mampu menawarkan kapasitas lebih tinggi daripada lithium iron dan zinc-air, namun pada saat yang sama, beratnya lebih ringan daripada zinc-air. PolyPlus telah berhasil membuat prototype desain electrode untuk lithium metal-air sehingga baterai yang digunakan dapat digunakan bahkan di dalam air dan air laut.

Di luar ketiga teknologi ini, ada satu teknologi yang perlu diperhatikan - ultracapacitors. EEStor mengklaim mereka telah berhasi menemukan desain ceramic ultracapacitor
menggunakan bubuk barium-titanate yang secara sangat signifikan meningkatkan kapasitas ultracapacitor. Ultracapacitor tradisional hanya dapat menyimpan 1/25 kapasitas daya baterai Li-Ion, walau mempunyai reaksi lebih cepat - memungkinkan pengisian ulang jauh lebih singkat. menurut EEStor, produk mereka dapat menawarkan kapasitas daya 2 kali Li-Ion. Bila baterai Li-Ion, lithium iron phosphate dan zinc-air masih memerlukan waktu pengisian ulang dalam hitungan jam, ultracapacitor EEStor dapat diisi dalam hitungan menit.

By wowo

windows 7

Anda sudah dapat membeli Windows 7 full package product di Bhinneka.com

Windows 7 Ultimate - US$ 245

Windows 7 Professional - US$ 236

Windows 7 Home Edition - US$ 145

Bhinneka juga memberikan penjelasan singkat perbedaan antara ketiga edisi di halaman ini. Daftar feature disini lebih mendetil daripada informasi dari Microsoft. Sayangnya, baik edisi Professional maupun Home Edition tetap secara default adalah versi 32 bit. Untuk mendapatkan versi 64 bit, Anda harus membayar lebih. Selain itu, bila Anda bandingkan informasi harga dari kedua halaman tersebut, harga Bhinneka sedikit lebih mahal daripada harga di Microsoft. Salah satu kerugian tinggal di Indonesia, tampaknya.

Untuk mereka yang mengelola warnet, cek penawaran pake iCafe - Anda bisa mendapatkan Windows 7 Professional dengan harga jauh lebih murah (US$ 49).

By wowo

windows 7

Salah satu terobosan baru yang ditawarkan DirectX 11 tidak hanya untuk graphics dalam gaming, tetapi juga untuk keperluan lain - digital content creation. GPU Studio bekerja sama dengan AMD dalam membuat Mach Studio Pro.

Demo Reel

David Koenig, CEO GPU Studio

Yoni Koenig, Chief Scientist

Andrew Baum, VP Marketing

Di bawah ini, Anda bisa melihat sebuah video demo yang memperlihatkan Mach Studio Pro saat digunakan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website Studio GPU.

By wowo

windows 7

Tentu saja, salah satu teknologi baru yang diperkenalkan dengan Windows 7 adalah DirectX 11. Pengguna Windows Vista tidak perlu khawatir, DirectX 11 (akan) tersedia untuk Vista. Tom’s Hardware bahkan sudah menulis artikel bagaimana Anda bisa memasang DirectX 11 di Vista, sekarang juga.

How To: Upgrade Windows Vista To DirectX 11

Ingin lihat apa yang ditawarkan oleh DirectX 11? Coba lihat video-video di bawah ini

DIRT 2

Crysis 2

Komentar para developer game tentang DirectX 11

Predikat graphics game paling mengesankan di DirectX 11 tampaknya akan diambil kembali oleh Crytek dengan Crysis 2.

By wowo

Banyak enthusiast dan overclocker menyambut gembira Core i5 (Lynnfield) dan chipset Intel P55 Express. Namun, ada beberapa informasi penting yang Anda harus ketahui bila Anda berencana meng-overclock prosesor Core i5 dan motherboard P55 Anda. Info pertama adalah VRM.

burned_asrock_p55-pro

Dari Tom’s Hardware:

“Encouraged by a far-lower TDP rating on the new generation of Core i7 processors (95W, down from 130W), these companies probably designed LGA 1156-based models with a similar percentage of “overcapacity” as they’d used on LGA 1366 boards. But the fault doesn’t sit solely with each motherboard’s initial design team, as testing should have revealed the problem before the boards reached mass production or distribution.

Maybe a better question would be “what’s missing”? It seems that many of our previous-generation motherboards would shut off when overloaded, before anything was damaged. That’s called over-current protection, and it’s a feature apparently now reserved for high-end boards.”

Andaikan VRM yang digunakan motherboard telah dilindungi over-current protection, Anda tetap harus berhati-hati dengan soket prosesor. Tampaknya beberapa motherboard tidak benar-benar menempatkan prosesor dengan benar. Kontak antara pin (di soket) dan pad (di prosesor) tidak terlalu baik, sehingga menjadi masalah saat aliran daya antara kedua komponen ini tinggi (biasanya terjadi pada overclocking ekstrim).

burnedpads

Anandtech:

“At first glance, one might be inclined to think LGA-1156 based processors are intolerant of high-end overclocking, almost as if by design. This is correct to some extent; a quick glance at Intel’s white papers for socket 1156 CPU’s reveals that there are around 175 pads for VCC compared to over 250 for socket 1366 CPU’s. This means socket 1156 has around 66% of the current capacity of socket 1366, the caveat being that when overclocked, processors from both platforms draw similar levels of current.

When overclocked to 4GHz, processors from both platforms will draw around 15-16 amps via the EPS 12V rail to VCC, VTT and some of the other sub –system power rails under full 8 thread load from the Intel burn test (Linx). Assuming 85% PWM efficiency, we’re looking at power draw in the region of 130-140w to VCC on both platforms. The facts point toward tighter current handling tolerances for socket 1156 when compared to socket 1366, especially when it comes to non-connection of VCC/VSS power delivery pins.

By wowo

Blog Matt McSpirit menjelaskan Core Parking:

corepark1_thumb

Di post tersebut, Matt memperlihatkan feature Windows 7 dan Windows Server 2008 berjalan di sebuah server dengan empat (ya, benar - empat) prosesor quad core

“Windows Server 2008 R2 has the ability to adjust the ACPI “P-states” of processors and subsequently adjust server power consumption. ACPI “P-states” are the processor performance states within the ACPI specification. Depending on the processor architecture, Windows Server 2008 R2 can adjust the “P-states” of individual processors and provide very fine control over power consumption.”

corepark2_thumb

Artikel di Betanews ini menjelaskan bagaimana Anda bisa mengatur core parking dengan perintah “powercfg”.

“Using powercfg, you create a power scheme (which is separate from a group policy object), and you give that scheme a name like ordinary_scheme. You may have already been doing this before for regular system power management. But now, the scheme adds a sub_processor parameter with which you designate the integer percentage of cores in your system (remember, a single R2 instance can now support 256 logical cores simultaneously) that can be regulated through PPM. If it just so happens that all the cores being powered down reside on the same die, PPM can take the next logical step and power down the whole chip, if necessary. In this type of regulation — again, if your CPUs support it — the various range of supported frequencies, known as ACPI p-states, can be tapped into to reduce the frequencies of underutilized cores at will, and power them back up again when the load gets heavier.”

Powercfg juga mempunyai banyak kegunaan lain, seperti membuat Power Efficiency Diagnostics Report. Check informasi dari TheLazyAdmin ini.

By wowo

Bagi beberapa orang, judul post ini mungkin sesuatu yang dianggap mustahil. Paling tidak, cukup sulit dilakukan. Poin ini juga dapat ditarik dari artikel di E-week ini. Ada tiga poin yang menarik untuk di bahas.

1. One course of action (and the one that would most likely be recommended by many technology vendors) is to invest in the latest, most efficient and “green” products.

Mungkin akan lebih tepat bila dikatakan “teliti sebelum membeli”. Hampir semua produsen mengembar-gemborkan produk mereka sekarang sebagai produk yang “hijau”. Review dan artikel yang membandingkan komponen-komponen PC dapat memperlihatkan produk mana saja yang benar-benar hemat daya. Kinerja yang ditawarkan harus seimbang dengan penghematan konsumsi daya. Bila kinerja naik 20 % tapi konsumsi daya juga naik, maka produk tersebut tidak bisa dikatakan “hijau”.

Sebelum beralih menggunakan Phenom II 955 BE, saya menggunakan Core2Duo E6300 yang dioverclock ke 2.8 GHz tanpa perubahan voltase. Jadi, kurang lebih sama dengan Pentium Dual Core E6300 2.8 GHz yang sekarang beredar. Di post sebelumnya, Anda bisa melihat grafik yang memperlihatkan Phenom II 955 BE 30 % lebih cepat dari E6300 2.8 GHz. Bagaimana perbedaan konsumsi dayanya?

20026

7 % saat idle dengan default voltage. Tentu saja, saya tidak menjalankannya dengan default voltage (1.45 v) tapi lebih rendah (1.15 v). Bandingkan konfigurasi K10Stat-nya.

Default

default

Dan konfigurasi saya.

custom

Konsumsi daya idle turun 10 watt dengan konfigurasi custom saya. Bila dihitung kembali, perbedaan konsumsi daya saya bukanlah 7 %, tapi 15 % (dengan anggapan rig yang sama dengan test platform Anand). Jadi, komputer saya kini 30 % lebih cepat dengan konsumsi daya 15 % lebih rendah (turun, bukan naik). Sebenarnya, ada kemungkinan penghematan dayanya lebih besar, karena Core2Duo E6300 saya adalah prosesor 65 nm, bukan 45 nm seperti Pentium Dual Core E6300.

Oh ya, konsumsi daya saat load turun sekitar 61 watt, kalau ada yang ingin tahu (3 watt lebih rendah dan ingat, ke-empat core berjalan penuh).

2. Acquiring new products can have a cascading effect on other technology products.

Maksudnya, tidak hanya apa yang harus Anda lakukan dengan komponen lama yang diganti, tetapi juga dengan komponen lain-lain yang “menempel” di komponen tersebut. Sayangnya, motherboard Gigabyte GA P965 DS3P yang saya sandingkan dengan Core2Duo E6300 tersebut tidak dapat digunakan lagi (baca: mati). Jadi, saya mengembalikannya ke Nusantara Eradata. Paling tidak mereka bisa menggunakan komponen motherboard yang masih hidup sebagai spare parts ataupun membuangnya dengan bertanggung jawab.

Bagaimana dengan komponen selain motherboard? Saya masih dapat menggunakan power supply, RAM, graphic card, hard disk dan lain-lain di platform baru. Jadi, komponen lain tidak ada yang terbuang atau tidak terpakai.

3. Often, the greenest course when it comes to technology is to stick with products as long as you can before replacing them with a new technology

Terutama bila pilihan komponen Anda benar-benar pilihan terbaik (seperti poin pertama) dari segi kinerja, konsumsi daya dan harga. Saya membeli Core2Duo E6300 tersebut kurang lebih 3 bulan setelah Core2Duo keluar (September 2006 kalau tidak salah). Saya memakainya hingga beberapa bulan yang lalu, saat motherboard pasangan mulai bermasalah, kira-kira Februari 2009. Jadi, hampir 2.5 tahun. Selama lebih dari 2 tahun, berjalan di 2.8 GHz hingga tidak bisa dipakai lagi (prosesornya sendiri masih hidup dan berjalan normal).

Berbeda dengan pendapat Jim Rapoza, bagi saya, menjadi enthusiast yang ramah lingkungan bukannya tidak dapat dilakukan, tetapi sudah suatu kenyataan.

By wowo

Prosesor quad core memang bukan barang baru, tetapi pada saat yang sama mereka juga bukan prosesor yang umum dipakai banyak orang. Prosesor quad core paling populer hingga saat ini mungkin adalah Intel Core2Quad Q6600. Prosesor 65nm ini adalah prosesor quad core termurah Intel saat diluncurkan. Bahkan setelah Intel mengupdate prosesor mereka ke 45 nm, Core2Quad seri 8000 maupun 9000 tidak berhasil mengeser posisi Q6600.

Bila Intel Core2Quad Q6600 berhasil mempopulerkan penggunaan prosesor quad core, maka Athlon II X4 620  kemungkinan besar adalah prosesor yang akan dikenang sebagai prosesor quad core untuk mereka yang bukan enthusiast (baca: bersedia meluangkan dana di atas US$ 200 untuk prosesor). Sekilas mengecek Rakitan.com, Athlon II X4 620 dijual dengan harga Rp 1,035 juta. Prosesor yang harganya kurang lebih sama adalah Phenom II X3 710, 720 BE, Phenom X4 9650, Core2Duo E4600 dan Core2Duo E7400.

Dibandingkan kedua Phenom II X3, Athlon II 620 memang tidak mempunyai L3 cache dan sedikit lebih lambat, tetapi Anda tidak perlu “bertaruh” bisa mendapatkan core ke-empat. Di aplikasi yang bisa memanfaatkan ke-empat core-nya, Athlon II X4 620 lebih cepat daripada prosesor dual core. Di aplikasi umum, kinerjanya kurang lebih sama dengan Athlon II X2 250.

20007

Ini salah satu grafik benchmark dari artikel/review Anandtech.

Kedua prosesor Athlon II berada di tengah-tengah grafik. Namun, bila Anda perhatikan, prosesor-prosesor yang lebih cepat dari Athlon II X4 620 adalah prosesor yang harganya di atas Rp 1.5 juta. Core i5 boleh saja 33 % lebih cepat, tetapi harga prosesornya 97 % lebih mahal. Dan ini belum memasukkan perbedaan harga motherboard dan memori (DDR3/DDR2). Konsumsi daya saat load tidak jauh berbeda, walau konsumsi daya idle Core i5 28 watt lebih rendah. Tentu saja, Anand mengukur konsumsi daya dengan voltase default (1.392 v di CPU-Z). Berdasarkan pengalaman, AMD terlalu konservatif menetapkan voltase prosesor - Anda seharusnya dapat menggunakan voltase jauh lebih rendah (antara 1,1 hingga 1,2 v). Dengan Cool n Quiet dan K10Stat, bukan tidak mungkin menerapkan 0,6 v untuk core dengan p-state terendah (dan menikmati prosesor quad core dengan konsumsi di bawah 60 watt).

By wowo

Selagi iseng-iseng mencari, ada info menarik mengenai penggunaan utility ini.

K10Stat dapat dijalankan dengan beberapa switch yang secara otomatis mengatur beberapa fungsi utility ini.

-lp:# - load profile# and write to MSR (mengaktifkan profile tertentu).
-nw - Start K10stat with NoWindow (tidak menampilkan window).
-ClkCtrl:#(0-4) - Enable Clock Control (mengaktifkan pengaturan clock core).
0:No Control
1:UnGamged.
2:Ganged (Load of Highest core).
3:Ganged (Average load of all cores).
4:Ganged (Load of Lowest core).
-StayOnTray - K10Stat akan berjalan di system tray. Gunakan option ini dengan option “-nw” bila Anda ingin tetap mengontrol K10Stat. K10Stat akan selalu berjalan di background dengan dua switch ini.

Anda juga bisa menjalankan K10Stat agar secara otomatis berjalan saat bootup. Lihat blog Aspire Gemstone ini untuk detail lebih lanjut.