|
JAKARTA - Kehadiran prosesor baru Intel yang diberi nama Atom membuka dua pasar baru di industri komputer jinjing yang membidik anak-anak dan remaja. Kedua kategori produk lebih memfokuskan pada pengalaman pengguna untuk mengakses internet.
Dua kategori dimaksud diberi nama netbook dan MID (mobile intenet devices). Netbook lebih mengandalkan harga murah sedangkan MID pengalaman mengakses konten internet dari mana saja. "MID dijual sekitar 500 dollar AS dan Netbook di kisaran 250 hingga 350 dollar AS," ujar Uday Marty, Marketing Director Basic Mobile Platform Mobility Platform Group Intel Corp. melalui telekonferensi yang disiarkan dari Singapura, Selasa (5/3). Uday didampingi Navin Shenoy, Asia Pacific General Manager Intel. Netbook saat ini sudah tersedia di pasar, antara lain dengan merek Classmate PC yang didesain khusus untuk kebutuhan anak-anak sekolah. Intel telah mendistribusikannya di Indonesia melalui Zyrex dan Axioo. Eee PC yang dirilis Asus lebih dulu dikategorikan Intel ke dalam kategori Netbook. Sedangkan MID masih sebatas konsep produk. MID berada satu kategori dengan UMPC (ultramobile personal computer). Dengan ukuran layar antara 4,5-6 inci dan menggunakan sistem operasi Linux atau XP, MID lebih ditujukan untuk bersenang-senang, bukan bekerja. "Ini yang membedakan dengan notebook. Platform mobile dibuat untuk konsumsi konten yang makin banyak di internet seperti aplikasi berbasis web, mendengarkan musik, melihat foto, video, dan berselancar," ujar Uday. Sementara notebook dilengkapi fungsi-fungsi untuk membuat konten, seperti mengedit foto, membuat dokumen, dan aplikasi kantor. Kedua kategori produk akan didukung prosesor Atom mulai Juni 2008. Khusus untuk kategori MID, Intel akan merilis platform baru menggunakan prosesor Atom yang diberi nama Centrino Atom. Prosesor Atom merupakan prosesor terkecil yang pernah dibuat Intel dengan ukuran kurang dari 5 x 5 milimeter. Intel membidik pasar Netbook dan MID untuk anak-anak dan remaja. Potensi pasarnya di seluruh dunia pada 2010 diperkirakan mencapai 1,5 miliar di negara-negara yang tengah berkembang perekonomiannya. Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi target pasar kategori produk ini, selain India, China, Pakistan, Bangladesh, Nogeria, dan Brazil.(WAH)
|